Jelang Pendaftaran Cagub dan Bacagub DKI, Hubungan Anies dan PKS Malah Renggang

Selasa, 13 Agt 2024 - 14:05 WIB

Jelang Pendaftaran Cagub dan Bacagub DKI, Hubungan Anies dan PKS Malah Renggang
Jelang Pendaftaran Cagub dan Bacagub DKI, Hubungan Anies dan PKS Malah Renggang - Istimewa
Advertisements

Penulis: Redaksi - Editor: Redaksi


RULES.CO.ID- Situasi politik di Jakarta menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mulai memanas jelang pendaftaran pasangan calon gubernur (cagub) dan wakil gubernur (cawagub) di Komisi Pemilihan Umum (KPU) 27-29 Agustus 2024.

Terkini, bakal calon gubernur Jakarta, Anies Baswedan dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) justru saling bantah soal deadline 40 hari mencari koalisi partai lain.

"Ya hubungan Anies dan PKS saat ini memang terlihat situasi kritis," ujar pengamat politik, Zaki Mubarak, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (13/8/2024).

Mulanya, Juru Bicara PKS Muhammad Kholid menyatakan, memberikan batas akhir kepada Anies selama 40 hari untuk mencari mitra koalisi agar pasangan Anies-Sohibul Iman dapat maju di Pilkada Jakarta.

Advertisements

Namun, Anies membantah pernyataan PKS. Ia menyebut tak ada pembahasan bersama petinggi PKS mengenai deadline pencarian dukungan koalisi dari partai lain.

Zaki menilai, situasi saat ini tak lepas karena PKS sedang menimbang tawaran Koalisi Indonesia Maju (KIM) pada Pilada Jakarta yang dianggap lebih menjanjikan.

"Infomasi yang beredar, selain dijanjikan kursi wagub RK (Ridwan Kamil) juga dapat jatah menteri (jika bergabung KIM Plus). Dan elite-elite PKS tampaknya melihat tawaran ini sebagai insentif yang lebih menjanjikan dari pada tetap mengusung Anies," ucap Zaki.

Bagi PKS yang dua periode menjadi oposisi, menempel kekuasaan dianggap akan memberikan akses ekonomi politik yang besar.

Advertisements

Ini tampaknya yang menggoda PKS lebih baik meninggalkan Anies dan merapat ke pemerintahan Prabowo Subiantor-Gibran Rakabuming Raka.

"Ini tentu mengecewakan Anies. Tapi tidak hanya itu, konstituen PKS tampak kecewa berat dengan sikap pimpinan PKS yang sangat pragmatis," kata Zaki.

Selama ini, pemilih PKS adalah pendukung Anies. Kondisi ini terjadi dalam kontestasi politik di Jakarta pada 2017 dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Pada Pilkada 2017 lalu, PKS sangat mesra dengan Anies. PKS bersama Gerindra sepakat mengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai pasangan.

Advertisements

Anies diusung sebagai calon gubernur DKI Jakarta, sedangkan Sandiaga Uno sebagai calon wakil gubernur.

Pasangan itu dipersiapkan untuk melawan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat, sebagai cagub dan cawagub Jakarta.

HALAMAN:

Advertisements

Bagikan:

Sumber:

BACA JUGA

Advertisements

BERITA POPULER

  1. #1

  1. #2

  1. #3

  1. #4

  1. #5

Advertisements

BERITA TERBARU

Advertisements
Loker rules

BERITA PILIHAN

Advertisements

VIDEO TERBARU

Advertisements
Sertifikat JMSI
Advertisements
© 2024 Rules.co.id. All Right Reserved